PATAH TUMBUH #5
PATAH TUMBUH Tersemat tanda bahagia kepadamu pemilik hati yang telah berlabuh di hatinya. Kau pasti sangat berbahagia hari ini hingga lusa. Bernyanyi hingga di iringi alunan senar cinta nya. Pipimu tertanda kemerahan menandakan kalian sedang mabuk kasmaran. Kau pegang erat-erat dekapan di setiap perjalanan. Dengan di saksikan air yang menggenang di alam liar. Suara gemuruh air yang terjun dari ketinggian menjadi saksi bisu cerita perjalanan mu. Saat kaki terhenti untuk menapaki sebuah Negeri. Hatiku pun perlahan menepi. Jejakmu tak lagi ku cari. Hingga rindumu pun sudah ku ganti. Menjadi perjalanan singkat yang mengharuskan ku untuk kuat. Lalu, melupakanmu lebih cepat hingga menemukan orang yang tepat. Alam terbentang sangat luas hingga udara terbang bebas. Beberapa rapuh telah tumbuh oleh kaki yang membuat hatiku sembuh. Sebagian patah telah tumbuh oleh beban yang tak kurasa. Separuh patah juga mengalah dengan air mata yang tak kunjung reda. Sehingg...