PATAH TUMBUH #5
PATAH
TUMBUH
Tersemat tanda bahagia kepadamu pemilik hati yang
telah berlabuh di hatinya. Kau pasti sangat berbahagia hari ini hingga lusa.
Bernyanyi hingga di iringi alunan senar cinta nya. Pipimu tertanda kemerahan
menandakan kalian sedang mabuk kasmaran.
Kau pegang erat-erat dekapan di setiap perjalanan.
Dengan di saksikan air yang menggenang di alam liar. Suara gemuruh air yang
terjun dari ketinggian menjadi saksi bisu cerita perjalanan mu.
Saat kaki terhenti untuk menapaki sebuah Negeri.
Hatiku pun perlahan menepi. Jejakmu tak lagi ku cari. Hingga rindumu pun sudah
ku ganti. Menjadi perjalanan singkat yang mengharuskan ku untuk kuat. Lalu, melupakanmu
lebih cepat hingga menemukan orang yang tepat.
Alam terbentang sangat luas hingga udara terbang
bebas. Beberapa rapuh telah tumbuh oleh kaki yang membuat hatiku sembuh. Sebagian
patah telah tumbuh oleh beban yang tak kurasa. Separuh patah juga mengalah
dengan air mata yang tak kunjung reda. Sehingga, ini adalah Penyelesaian akhir
dari sebuah titik pertemuan yang telah
berakhir.
Kau diciptakan tuhan bukan sekedar indah. Namun,
mempesona tiada tara. Kau yang membuat ku tumbuh, kau juga yang membuat ku
patah.
Untukmu yang pernah mengambil alih hatiku. Jika saja
patah ini tidak berkepanjangan. Maka tumbuh menjadi titik terang untuk
melupakan. Menghapus senyum mu dalam sendu. Menyapamu tanpa temu, lalu sunyi
menjadi teman sejati.
Kabar mu kini tak lagi ku cari. Kau bagaikan orang
asing yang tak dapat ku kenali. Hatiku yang patah tetapi tidak ingin menyerah.
Dan hatimu yang tumbuh menggebu riuh
dengan bunga bermekaran.
Sesekali kau datang menghampiri melalui sebuah
pesan. Berkali-kali kau datang menghampiri melalui imajinasi. Kau bilang rindu
tetapi ada orang baru dalam hatimu. Kau juga mengucap permohonan maaf tetapi hatimu
semakin mantap. Kufikir hatimu terlalu sepi untuk di singgahi.
Ternyata tidak.
Kau mencari ketika dimensi waktu memisahkan kita. Setiap
jejak perjalanan kau beritahu kepada media. Seolah kau menceritakan perjalanan
baru dengan hati yang merdu. Sungguh terlalu.
Terimakasih karena telah menyadarkan.
Hatiku perlahan tumbuh dengan bunga yang dihiasi oleh
pantulan cahaya jingga. Senjamu yang selalu ku tunggu telah berlabuh di
samudera yang berbeda. Saat itu juga aku hilang arah. Pergi untuk menghilang
jauh dari sebuah peradaban mu. Lalu menemukan tempat berlabuh untuk melupakan
semua masa lalu denganmu.
Patah yang sangat berkepanjangan membuat ku semakin
enggan. Sungkan untuk kembali karena tersadarkan oleh mata yang terbuka lebar. Melihat
kenyataan yang membuat hatiku berputar arah untuk menghilang selama-lamanya.
Kini aku tak peduli oleh senjamu. Begitu juga dengan
mentarimu. Kini aku menemukan perjalanan baru yang tak seharusnya kau usik. Perjalanan
yang telah menuntunku untuk melupakan mu lebih kuat. Perjalanan yang telah
menuntunku untuk mengikhlaskan semua perkara yang telah terjadi.
Jadilah dirimu sendiri seperti yang dahulu. Berbahagialah.
Kini kau sudah menemukan orang yang tepat. Majulah sampai kalian saling
terikat. Hingga memiliki gelar sebagai ibu dan bapak. Kemudian mempunyai
predikat kebahagiaan yang telah tumbuh dari rasa sakit yang berkepanjangan.
Sekali lagi ku ucapkan selamat. Berbahagialah..
Ku
ucapkan juga kepada patah yang telah membuatku tumbuh sempurna. Setiap detik
luka yang terlaksana membuat berjuta pelajaran berharga.
Patah
Patah/ Patah hati adalah metafora umum yang digunakan untuk menjelaskan sakit emosional atau penderitaan mendalam yang dirasakan seseorang setelah kehilangan
orang yang dicintai, melalui kematian, perceraian, putus hubungan, terpisah secara fisik atau penolakan cinta .
Tumbuh
Timbul (hidup) dan bertambah besar atau sempurna, sedang
berkembang (menjadi besar, sempurna, dan sebagainya .
Tak perlu takut untuk patah. Setiap perjalanan kelam mu akan ada
pelajaran berharga yang akan didapat. Tumbuh lah salah satunya. Tidak selamanya
hatimu yang patah akan selalu mengalirkan air mata. Dia akan tumbuh menjadi
tawa, kemudian menjelma menjadi bahagia hingga selama-lamanya .
Patah
Tumbuh