Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

ELABORASI #4

  ELABORASI     Kau pernah bercerita perihal pertemuan saat pertama kalinya kalian bertemu dan pertemuan itu hingga kini masih melekat. Menjadi sepasang kekasih yang saling mengikat janji lalu, melahirkan seorang lelaki yang sampai saat ini masih saja tertatih. Kalian berdua adalah sepasang kekasih yang saat ini mempunyai sapaan ibu dan bapak. Titik awal pertemuan di sekolah dasar yang sama, begitupun tempat singgah yang jaraknya hanya puluhan meter saja. Sangat luar biasa. Aku pun membayangkan bagaimana ketika di era itu kalian pertama kali bertemu. Dengan gaya cutbray yang nge-hits pada zaman nya tidak ada wangi parfum yang tercium, bahkan bersolek pun tak sempat. Kau yang saat ini mempunyai sapaan pak, adalah sesosok lelaki yang ulet dan pekerja keras. Apakah dulu kau sesosok lelaki yang romantis? Atau sesosok pria humoris? Sehingga dapat memikat gadis pujaan hati yang kini mempunyai sapaan buk. Mempunyai hati penyabar, baik, dan lemah lembut. Sebuah jawa...

AFEKTIF SINTAKTIS #3

  AFEKTIF SINTAKTIS       Ku ucapkan banyak syukur kepada tuhan yang telah menciptakan hati. Ku ucapkan juga rasa kasih kepada mu yang pernah singgah. Pergi tanpa pamit, datang membuka lembaran baru dengan senyum palsu. Kau dulu seperti cahaya yang selalu ingin ku gapai. Tetapi, cahaya itu kian hari makin meredup hingga menghilang.   Di lahap oleh jarak dan waktu. Di kekang oleh rindu tanpa ada temu. Hingga akhirnya terpisah oleh garis bumi yang berbeda. Kita pernah punya kesempatan, tapi kau dan aku tidak pernah punya keberanian untuk mejadi kita. Saat aku sendiri, kau menghilang. Saat kau mempunyai seseorang, kau datang. Kini, kau dan aku hanya menjadi dua orang yang tidak pernah saling sapa. Seketika lenyap dalam kehampaan setiap canda dan tawa yang pernah kau hadirkan. Kabar darimu yang selalu ku nanti kini hanyalah rasa hampa yang sudah menjadi rasa biasa. Hal yang selalu ku rindukan sudah tak kurasa. Bahkan, ucapan selamat pagimu yang sel...