ELABORASI #4

 

ELABORASI

 

 

Kau pernah bercerita perihal pertemuan saat pertama kalinya kalian bertemu dan pertemuan itu hingga kini masih melekat. Menjadi sepasang kekasih yang saling mengikat janji lalu, melahirkan seorang lelaki yang sampai saat ini masih saja tertatih.

Kalian berdua adalah sepasang kekasih yang saat ini mempunyai sapaan ibu dan bapak.

Titik awal pertemuan di sekolah dasar yang sama, begitupun tempat singgah yang jaraknya hanya puluhan meter saja. Sangat luar biasa.

Aku pun membayangkan bagaimana ketika di era itu kalian pertama kali bertemu. Dengan gaya cutbray yang nge-hits pada zaman nya tidak ada wangi parfum yang tercium, bahkan bersolek pun tak sempat. Kau yang saat ini mempunyai sapaan pak, adalah sesosok lelaki yang ulet dan pekerja keras. Apakah dulu kau sesosok lelaki yang romantis? Atau sesosok pria humoris? Sehingga dapat memikat gadis pujaan hati yang kini mempunyai sapaan buk. Mempunyai hati penyabar, baik, dan lemah lembut.

Sebuah jawaban yang dapat ku terima dengan alasan yang tepat. Ya, dua orang yang sudah di takdirkan untuk saling mencintai sampai akhir hayat menjemput.

Kau tau. Kalian adalah dua orang yang hanya dapat di pisahkan oleh maut, di pertemukan oleh cinta yang sangat sederhana dengan kasih yang tak terhingga.

Setelah hari bahagia itu. Kalian di karuniai seorang bayi mungil pertama. Dimana hari itu adalah hari yang sangat berbahagia. Saat pertama kalinya aku hidup di bumi yang kalian mimpikan. Keluar dari rahim seorang ibu yang menantikan si buah hati kecilnya menangis. Sebagai hadiah tuhan yang di nantikan oleh  sepasang kekasih.

Sejak itu aku menjadi bagian dari manusia yang paling beruntung di alam semesta ini. Tumbuh dari sepasang kekasih yang sangat sederhana dengan rasa cinta sangat luar biasa.

Masa kecil yang sangat menyenangkan bermain tanpa mengenal waktu, berkelahi tanpa ada rasa mendendam, berteman tanpa ada pembedaan. Hingga tak ada sebuah perasaan yang terutarakan kepadamu, gadis mungil yang kini sudah tumbuh menjadi wanita berparas cantik mempesona.

Kini aku menjelma menjadi lelaki yang sudah jarang menapaki rumah. Tetapi, menjadi rasa rindu berkepanjangan yang selalu ternantikan. Demi menapaki sebuah mimpi, menjelajahi sebuah Negeri, hingga tanah yang menjulang tinggi. Melangkah tak terbatas menembus awan yang indah. Seperti dirimu dulu.

Dulu kau yang membuat ku kasmaran. Saling mengikat janji agar tak ada perasaan yang tersayat oleh sebuah harapan, hingga akhirnya terpisah oleh dimensi yang berbeda.

Ada alasan yang membuatku lagi dan lagi ingin kembali ke puncak tertinggi. Aku ingin menghilang dari duniamu. Dunia indah yang pernah kita ciptakan dulu, kepadamu yang pernah singgah dengan waktu yang cukup lama. Sehingga, aku dan kau tak lagi dapat saling sapa. Bagaikan orang asing menghilang di telan oleh peradaban.

Kini aku tak rindu oleh senjamu yang menyapaku malu-malu. Hingga jingga menyambut mentari pagi pun kini tak ku ingin kan lagi darimu. Kini kau adalah orang asing yang menjelma mencintai dia. Dia yang kini mengisi hari mu dengan cinta nya. Harapan baru yang yang sudah kalian rencanakan kini adalah mimpimu.

Kau dan aku adalah dua orang yang tidak di takdirkan untuk menjadi kita. Tetapi di takdirkan untuk dapat belajar dan mengambil hikmah atas perkara yang kita alami. Hatiku kuat dan hatimu juga kuat. Pada hakikatnya hatiku dan hatimu kuat dalam segala kondisi cuaca.

Ketahuilah, beberapa cinta telah luntur oleh harapan yang sudah pernah terencanakan. Beberapa rindu telah pudar diterpa oleh tangisan. Dan kau adalah sebuah ke ikhlasan yang harus terelakan. Hingga kita sama-sama saling menerima sebuah pelajaran apa itu arti kehilangan. Lalu sama-sama berjalan berdampingan dengan mimpi yang pernah kita rencanakan.

Terimaksih kepadamu yang saat ini membuatku tersadar. Terbangun dari keterpurukan sangat berkepanjangan. Kini senyum ku terbuka lebar. Menemukan titik temu di ujung senja yang hilang. Mentari pagi selalu menyapaku dengan sangat merdu. Indah, sangat lebih indah dari dirimu dulu.

Tak lekang oleh waktu, tak usang oleh harapan. Bayanganmu perlahan menghilang di fikiran ku. Apa karena aku tidak ingin tau menahu dengan keadaan mu. Atau karena aku sudah tau apa yang kau lakukan dengan dia sedari dulu. Membuatku berjalan berpindah haluan menjadi sesosok yang tidak kau kenal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jangan pernah mencari untuk berharap kembali. Kau tau aku tak lagi sama. Berubah untuk tak kau ingat. Menghilang untuk melupakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Elaborasi

Adalah tindakan menambahkan lebih banyak informasi ke informasi yang ada untuk menciptakan keseluruhan yang lebih kompleks dan muncul .

Ini dapat didefinisikan sebagai menambahkan detail atau "memperluas" ide. Ini melibatkan pengembangan ide dengan memasukkan detail untuk memperkuat ide sederhana asli .

 

Kutulis untukmu wahai gundah yang telah tersimpan lama. Menjadi dewasa adalah hal yang sudah terlaksana. Namun, masa kecil  hal yang paling di rindukan. Tidak mengenal patah dan tidak tau hati yang retak oleh harapan yang bersemayam. Terimakasih cinta dan kasih mu pak,buk .

Postingan populer dari blog ini

MAKNA DARI SEBUAH PERJALANAN #7

AFEKTIF SINTAKTIS #3

Berjalan Bebas