MAKNA DARI SEBUAH PERJALANAN #7
MAKNA
DARI SEBUAH
PERJALANAN
Jika kamu bisa merasa bagaimana perjalanan sampai
pada titik terendah, maka itu seperti ikhlas melepas seseorang yang membuatmu
pernah menjadi bernilai. Jika begitu sulit bagimu untuk ikhlas dengan
perpisahan, belajarlah pada perjalanan yang ikhlas pada setiap kejadiannya yang
telah terlewat. Jika menurutmu kepergian tanpa pamit adalah sebuah kejahatan,
belajarlah pada perjalanan yang rela menghabiskan waktunya karena peradaban.
Kautanya kenapa ia begitu rela dan ikhlas, bukan
berarti ia tak mampu untuk berbuat, tapi dia tahu itu adalah keputusan mutlak,
dan itu terbaik untuknya.
Ada manusia yang begitu sedih karena kehilangan seseorang
yang dicintainnya, tetapi lupa bersyukur atas nikmat pertemuan sebelumnya. Tanpa
disadari perpisahan adalah sebuah tahap merefleksikan diri, apakah ia benar mencintai
atau hanya sekedar terobsesi .
Kehilangan adalah sebuah takdir dan takdir tuhan
adalah yang terbaik. Mungkin wajar jika di terpa kesedihan saat berpisah tapi
tidakkah kau bersyukur bahwa kehilangannya adalah sebuah nikmat untuk
memastikan rasamu? Bukankah pertemuanmu sebelumnya adalah nikmat tuhan, maka
kehilanganmu pun itu adalah nikmat tuhan.
Hingga sampai detik ini tak pernah ada rasa
sedikitpun untukmu, mungkin karena rasa ikhlas yang sudah tertanam dalam diri. Kau
hanya butuh merelakan dan tak perlu berjuang mati-matian hanya karena masa lalumu
yang kelam.
Ayolah sudahi sedihmu, mulailah dengan membuka
lembaran baru dan teruslah berjalan maju dengan orang yang telah
mengapresiasimu saat ini. Anggap saja dia adalah orang yang telah menuntumu
hingga sejauh ini sampai kau terbentuk oleh perjalanan petang menuju terang. Mulai
perbaiki langkah dan buat pondasimu sekuat rasa ikhlas. Aku yakin arah langkah
yang kau ambil tak pernah labil.
Semoga sampai disini kau cukup paham apa yang ku
maksud. Tak ada gunanya berlarut-larut dalam masalalu, tak ada gunanya jika
harus mengungkit memorendum. Itu sama saja kau seperti orang yang terkurung
dalam dimensi waktu masalalu.
Sekeras apapun usahamu justru itu akan memutar
balikkan keadaan. Semestinya kau sadar dengan orang yang kini akan menjadi
pangeranmu. Setelah kau tahu konsekuensinya membuka hati untuk orang baru dan
kau harus tau resiko yang akan diterima bukan. Sekeras itulah hatiku menutup
untuk perjalanan panjang yang tidak bisa seenaknya kau permainkan.
Tak perlu ada pertemuan terakhir jika akhirnya kau
akan pamit dan memintaku untuk datang kesebuah acara kegembiraan. Cukup garis
waktu dan jejak masalalu yang tersakiti olehmu, cukup alam semesta saja yang
tau bahwa kau adalah satu-satunya manusia yang membuatku menjadi sekuat baja.
Lanjut
... Musik : Ndarboy Geng ( Apa Kabar Mantan)