Berjalan Bebas

 

Gambar : Lawu Via Cetho

Berjalan Bebas

 

Apabila dalam hidupmu telah melakukan hal paling terburuk di dunia ini, maka salah satu cara adalah memperbaikinya. Apabila dalam hidupmu telah banyak melakukan hal terbaik, berharaplah agar hal itu selalu kau gemgam sampai akhir hayatmu. ( Rio, 25 Desember 2020 )

 

Ada sebuah cerita menarik yang kutemukan di jalanan, di perkotaan, maupun di pedesaan. Disana banyak ku temukan beragam manusia yang entah dari mana asal, suku, dan budaya nya. Dari cara mereka berbicara kemudian penekanan intonasi ada yang lembut, kasar, dan datar yang mempunyai ciri khas nya masing-masing. Berjalan bebas, berpijak tanah, menghirup udara segar di bumi ini adalah hal yang paling bahagia. Betapa senangnya orang-orang dapat bergerak bebas kemanapun mereka suka dengan tujuan tertentu kelak akan menemukan satu titik temu yaitu kesuksesan, kebahagiakan, dan juga kematian. Bahkan dengan kepercayaan agamanya masing-masing sebagian mempercayai bahwa hidup adalah sebuah perjalanan bebas tanpa suatu tujuan. Selain itu, ada juga mengartikan bahwa sebuah kehidupan harus lebih bermakna dengan cara mendekatkan diri kepada sang pencipta, saling tolong menolong dengan sesama, serta beribadah adalah hal yang paling utama dan dunia hanya besifat sementara.

Suatu pemikiran akan timbul ide dan gagasan yang menghasilkan pesan dan kalimat bermakna. Sebuah ideologi yang dimiliki setiap manusia pastinya berbeda-beda, bukan suatu hal yang harus di perdebatkan lagi jika kau melihat seseorang yang akan melakukan hal apapun demi mencapai hal terbaiknya. Begitupun perjalanan, tidak menentu arah mana yang akan kita pilih. Mau berjalan kearah yang benar ataupun berjalan ke arah yang salah itu adalah sebuah keputusan mutlak yang dimiliki setiap manusia. Tugas kita hanyalah menjalankan kegiatan sesuai dengan tupoksinya masing-masing tanpa harus menghambat perjalanan orang lain. Berdiri tegak berjalan kemana arah yang sudah kau tentukan dan berikan senyuman terindah kepada orang-orang di sekitarmu. Buat ekspresi wajahmu seolah-olah masalah yang ada dibenakmu tidak terlihat dan semua terlihat baik-baik saja. Seperti mengibaratkan air yang mengalir dari parit kecil menuju parit yang lebih besar kemudian, menghambat aliran itu. Jika kita hambat aliran itu maka air itu akan terhenti dan membendung. Artinya, air yang terhenti itu adalah orang yang sudah kau hambat perjalanannya menuju sesuatu yang akan membawanya menuju puncak kesuksesan. Biarkan siapapun untuk melakukan perjalanannya masing-masing dan bergerak bebas kemanapun dia suka tanpa harus menjatuhkan ataupun menghalanginya. Lakukan perjalanan sesukamu tanpa harus mengusiknya. Apalagi menceritakan keburukan, tetapi sebenarnya apa yang terlihat justru tidak sama dengan yang dikatakan orang lain itu, jelas itu merupakan suatu perbuatan merusak citra baik seseorang. Ya, begitulah kehidupan. Penuh dengan masalah, ujian hidup yang tak pernah kunjung habis. Tetapi jika suatu masalah itu dapat kita jadikan sebagai tantangan maka, dengan tenang kita akan menghadapi masalah itu dan dapat menyelesaikannya. Bahkan, ada yang menganggap bahwa suatu masalah adalah pelarian sehingga dia tidak terbiasa dengan suatu permasalahan yang membuatnya terus berlari dari suatu masalah yang dihadapi.

Jika suatu saat kaki ini sudah lelah dan sulit untuk berjalan mengitari indahnya bumi ciptaan sang pencipta. Maka, hanya kata nostalgia yang dapat diucap dan membuka kembali semua galeri yang sudah terisi. Hanya menyisakan berkas-berkas memori ingatan yang tidak akan mungkin pernah terlakukan lagi. Karena inilah waktu yang harus dijalani dengan tekun tanpa harus mengekang hati dan rasa untuk terus berjalan bebas kemanapun kau suka. Berlari sekencang-kencangnya atapun berjalan santai asalkan kau punya tujuan tertentu untuk mencapai visi dan misimu. Tersandung itu sudah pasti dan mungkin itu akan terasa sakit. Bangkit lalu berjalan lagi. Kemudian, kau akan terjatuh ditengah perjalanan dan itu sangat sakit. Teruslah bangkit dan berjalan sampai rasa sakit itu seperti tercabik-cabik dan pada akhirnya rasa sakit itu akan menjadi bebal dalam perjalananmu hingga terbiasa dan membuat perjalananmu menjadi sangat luar biasa. Jangan pernah merasa bahwa kau adalah orang yang lemah, teruslah berjuang, teruslah berjalan, teruslah berlatih, sampai semua rasa sakit itu terbayar oleh rasa semangatmu.

Suatu hari aku berjalan melewati rimbunnya hutan-hutan, melewati banyak spesies tumbuh-tumbuhan, yang hidup disana. Berjalan memikul beban yang ada di punggung dengan langkah kaki yang berat dan nafas terengah-engah dengan semangat yang membara tanpa mengenal rasa lelah. “Ya” itu adalah perjalanan bebas ku mengasingkan diri dari hiruk pikuk nya kota. Mencari tempat ketenangan dan menghirup bebas udara segar yang ada di alam rimba pegunungan. Tempat dimana untuk berlatih membenahi diri sendiri untuk menyadarkan hal yang mungkin masih menjadi ego yang selama ini tertanam di dalam diri. Semua orang memiliki egonya masing-masing. Maka dari itu perjalanan bebas ke alam rimba menjadikanku sadar betapa buruknya diriku ini. Menjadi pribadi yang terkalahkan oleh egonya sendiri adalah hal yang paling aku risaukan.  Tetapi dengan beratnya beban yang di pikul dan berat nya kaki ketika ingin melangkah menjadikan sebuah ego luluh lantak dalam sekejab. “ya” memang itu benar adannya. Bagaimana sebuah perjalanan dapat meluluh lantak kan egomu? Apakah bisa? Jawabannya, “lakukan perjalanan itu segera” bebas kemanapun kau suka asalkan perjalanan itu menuju vegetasi yang banyak di tumbuhi oleh hutan dan pegunungan yang mengantarkanmu pada rasa lelah setiap kali ingin terus melangkah.

Di sela-sela perjalanan sesekali berhenti sejenak untuk menormalkan nafas yang ter engah-engah. Sesekali duduk di bawah pohon yang rindang sambil melendetkan punggung ke pohon untuk meluruskan kaki. Rasanya seperti ingin tertidur karena begitu sejuknya disana. Akan tetapi, mengingat waktu dan jarak tempuh yang masih jauh terpaksa rasa ngantuk akan sedikit tertahan oleh niat dan tekad untuk terus melanjutkan perjalanan agar segera sampai di tempat dimana bisa memasang tenda dan beristirahat. Ditengah perjalanan juga sesekali bertegur sapa dengan berbagai orang entah dari mana asalnya. Sesekali bercengkrama lalu, bertukar cerita hingga tidak lupa berjabat tangan dan berkenalan. Bukan suatu hal yang di binggungkan lagi jika, di perjalanan alam rimba pegunungan kita akan sering bertegur sapa dengan orang-orang yang ada disana. Bahkan, itu suatu hal yang memang harus dilakukan dan sudah menjadi tradisi atau kebiasaan. Memang terkadang agak risih sebagian orang beranggapan seperti itu. Tetapi, bagiku itu adalah hal yang menyangkut tentang atitude dan moral manusia. Bertegur sapa dengan sopan justru sangat baik bukan. Tetapi, ada sebagian orang yang melakukannya seperti penghinaan dan bahkan ada yang menggoda jika menemukan pendaki wanita cantik. Nah, hal seperti itu yang justru sebagian orang akan resah dan menganggap bertegur sapa di alam rimba pegunungan itu sangat mengganggu. Setiap orang mempunyai versinya masing-masing dalam ber argunmen. Dan itu bagi saya adalah hal sangat biasa jika bertegur sapa di alam rimba pegunungan. Berjalan bebas sesukamu. Tentukan arah kemana kau akan pergi kemudian jika kau sudah sampai di puncak tertinggi jangan pernah melupakan orang yang pernah mendampingimu sewaktu kau tersandung, jatuh, dan tercabik-cabiktercabik-cabik. Karena, mereka adalah orang yang sudah menopangmu sampai kau ke puncak. ( Rio, 25 Desember 2020 )

 


Postingan populer dari blog ini

MAKNA DARI SEBUAH PERJALANAN #7

AFEKTIF SINTAKTIS #3