MENGHAPUS JEJAK #6

 

MENGHAPUS

JEJAK

 

 

Hati yang kian membaik tersadarkan oleh perjalanan yang panjang. Halang rintang dan curamnya perjalanan membuatku semakin yakin. Setelah banyaknya rasa pahit yang berlalu pasti ada manis yang akan di tuai. Alam yang kian melekat ditumbuhi ruang sendu yang kini bukan lagi namamu.

Rasa sesak setiap kali ingin melangkah bukanlah hal yang gundah. Beban yang menopang di pundakmu  akan membuatmu menjadi tangguh. Apalagi masalah hatimu yang sudah lama terjatuh?  Itu hanya perihal hati yang sedikit tersayat oleh harapan.

Percaya saja dengan perjalanan yang membuatmu hebat. Kuat dalam menaklukan trek dan ketinggian. Kuat perihal hati yang sudah lama di hakimi.

Tujuan akhir dari sebuah perjalanan tidak lain dan tidak bukan adalah merelakan. Pertemuan yang cukup panjang berubah menjadi rasa mengikhlaskan. Kerinduan yang ternantikan telah usang oleh harapan. Hati yang telah lama menunggu akhirnya sudah tak menggebu-gebu. Hingga senyum yang sudah tersimpan lama lenyap dilahap oleh duka.

Sejak pertama mengenalmu, kufikir kau seperti bunga mawar yang selalu indah. Beberapa cerita terlewati dengan seksama. Lalu kau tabur bunga dengan irama nada yang indah. Kita bawa ruang rindu hingga ke ufuk senja. Sampai lupa kita adalah manusia yang di ciptakan saling cinta. Hingga semua ternoda dengan jejak yang kau cipta.

Lantunan asmara lenyap di sapu oleh derunya ombak. Sesak dan benci selalu menghampiri setiap langkah kaki ingin pergi. Antara terjebak atau bertindak gegabah atas langkah yang kau pilih. Hingga kau babi buta semua manusia yang tidak tau apa-apa. Sampai kau dapatkan semua yang telah terencana.

Sepertinya langkah itu telah hilang arah. Kau begitu angkuh dengan pilihanmu hingga kau terjatuh di palung terdalam.

Sampai disitu saja masih belum bisa menyadarkan mu. Kufikir ragamu yang kuat itu akan berdamai dengan kondisi. Hatimu yang kuat akan bertahan oleh banyaknya halang rintang.

Teryata tidak.

Kau menemukan tempat berlabuh baru yang saat itu sangat menggebu-gebu. Hingga terikat sebuah janji yang sampai saat ini masih tertutupi. Aku begitu yakin langkah yang kau ambil tak pernah labil. Kau selalu memantapkan setiap pilihan yang sudah menetap. Hingga membuatku semakin kuat berdiri sendiri dan pergi tak kembali.

Hari ini, detik ini, sejarah telah berubah. Namamu, senyum mu, begitu juga dengan ragamu tak akan dapat kembali. Aku tidak tau jika ada kata rindu yang akan terngiang setiap kali turunnya air langit. Aku juga tidak tau jika ada kata mimpi yang akan selalu mengahantui setiap kali ingin rehat.

Perjalanan hebat yang membuatku semakin semangat dan hati yang kian semakin kuat.

Menghapus jejak mu tanpa ada temu. Menghapus senyum mu tanpa tau menahu. Berbahagialah dengan orang baru yang kini telah tumbuh dihatimu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mari kita lanjutkan perjalanan menyusuri atap negeri. Hingga menghapus semua jejak kerinduan yang terlah mati. Alam tak akan pernah ingkar janji jika kita lakukan dengan sepenuh hati.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menghapus

meniadakan; menghilangkan.

 

Jejak

bekas tapak kaki; bekas langkah.

 bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dan sebagainya yang telah dilakukan.

 

Menapak lah jika kaki mengiringi perjalanan guna memperbaiki hati yang telah lama mati. Sejatinya luka yang membekas lama akan segera lekas pulih oleh kondisi. Langkah kaki menjadi candu karena dia tidak pernah ragu.

 

 

 

 

 

Postingan populer dari blog ini

MAKNA DARI SEBUAH PERJALANAN #7

AFEKTIF SINTAKTIS #3

Berjalan Bebas