Mahasiswa Luar Kota

                         Gambar : Studio Alam Gamplong 


Mahasiswa Luar Kota

 

Ada yang bilang bahwa kuliah diluar kota itu menyenangkan. Ada juga yang bilang kuliah diluar kota itu bebas. Ada juga yang bilang bahwa kuliah diluar kota itu tidak menyenangkan karena jauh dari orangtua. Sehingga apapun yang dilakukan mahasiswa diluar kota tentunya sanak saudara dan bahkan teman-teman yang dulunya satu sekolah tidak tahu apa yang dilakukan oleh seorang mahasiswa ketika kuliah di luar kota. Seperti pepatah “Kejarlah ilmu sampai ke Negeri China” Makna di balik pepatah itu sesungguhnya juga tidak ada yang tahu, dan seolah-olah malah terkesan China memang sudah jauh lebih maju sejak dulu. Sehingga kita memang harus belajar dari Cina. Ya, memang kita harus membahas hal ini tidak perlu terlalu merumitkan diri. Sebab apalah arti dari sebuah pepatah yang tak lebih sebenarnya untuk memotivasi diri ke arah yang lebih baik dalam proses kehidupan ini.  

Saya adalah mahasiswa semester 6 kuliah di Institut ternama di kota Yogyakarta. Nama kampus saya UGM, "ya" memang sudah tidak asing lagi bukan. Yapss... Universitas Gang Maguwo hehe.. maaf ini Cuma guyon. Lebih tepatnya lagi INSTIPER (Insitut Pertanian Stiper) sebuah kampus yang berada di dalam gang, kemudian mayoritas mahasiswa dan mahasiswi dari luar kota. Bisa dikatakan hampir 90% yang kuliah disana adalah mahasiswa luar kota datang dari berbagai provinsi tentunya  dari sabang sampai merauke. Beberapa orang awam mengatakan bahwa kampus INSTIPER adalah kampus perawatan apalagi, jika bertemu dengan kampus lainnya yang ada di kota Yogyakarta. Bahwa mereka berangapan instiper adalah kampus perawat. 

Saya adalah mahasiswa dari Riau yang melanjutkan pendidikan strata satu dikota pelajar Yogyakarta. Bapak dan ibu saya asli jogja namun, pada tahun 1996 mereka melakukan transmigrasi ke Riau hingga saat ini. Kemudian saya memutuskan untuk kuliah di kota pelajar ini tentunya agar dapat belajar dengan baik dan juga belajar banyak hal. 

Sebenarnya apa yang membuat seseorang mahasiswa itu betah ketika dia sedang menempuh pendidikan di luar kota? Kenapa tidak kuliah di kotanya sendiri saja? Kan sama saja yang membedakan hanyalah sebuah nama kampus? Lalu apa yang mereka cari sehingga mereka mau menempuh pendidikan jauh di luar kota yang banyak menghabiskan biaya saja  tentunya. Namun, itu bagi saya hanyalah sebuah pandangan yang setiap orang beranggapan pasti berbeda-beda. Setiap orang pasti mempunyai visi dan misi tidak semerta merta mereka kuliah hanya akan menghabiskan waktunya untuk bermain sehingga dia lupa tujuan utamannya sebagai mahasiswa itu sendiri. Menurut pandangan saya mahasiswa luar kota itu banyak hal yang akan di dapatkan yaitu, lebih mandiri, mendapatkan banyak relasi, dan kebudayaan baru. Lalu dapat mengenal banyak teman yang sangat beragam suku budaya  apalagi di kota pelajar ini “Yogyakarta”. Banyak hal tentunya yang di dapatkan apalagi keindahan alamnya yang menyuguhkan berbagai hal-hal unik dan kerifan lokalnya yang belum tentu di derah tempat tinggal lain ada. Namun, di kota pelajar ini juga banyak menyimpan hal negatif seperti dunia kebarat-baratan namun, bagaimana membawa diri pribadi kita kearah yang positif. Nah, tahukah mengapa Yogyakarta disebut sebagai kota pelajar? Ya, karena ada begitu banyak kampus di kota ini.

Data yang saya baca dari PD DIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi) Sebagai kota yang dijadikan tujuan calon mahasiswa, Yogyakarta memiliki 136 unit perguruan tinggi yang memiliki beberapa kategori di antaranya akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut,  dan universitas. Jumlah perguruan tinggi yang cukup banyak ini berbanding lurus dengan kuota yang di sediakan masing-masing perguruan tinggi. Sangat banyak bukan, apalagi dengan kota yang tidak begitu besar tetapi memiliki perguruan tinggi yang banyak dan berkompeten di bidangnya masing-masing. Bukan hanya itu, selain memiliki banyak perguruan tinggi Yogyakarta juga banyak memiliki keunggulan lain yaitu, kampus dengan fasilitas yang berkualitas dan ada banyak fasilitas menarik yang di tawarkan oleh setiap kampus apalagi kampus negeri atau kampus yang sudah tersohor di kota ini. Banyak pelajar yang bangga belajar di Jogja kerena pengajarnya yang kompeten serta fasilitas yang sangat menunjang. Kemudian minat tinggi dari pelajar untuk belajar di kota ini, bukan alasan tertentu kalau kuliah di Jogja datang jauh-jauh dari luar kota untuk menimba ilmu di kota jogja dengan baik dan benar. Kemudian kota ini juga banyak menyimpan hal sejarah seperti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Banyak hal sejarah yang dapat teman-teman dapatkan di kota Yogyakarta ini. Hal menarik dari kuliah di luar kota yaitu, di kota Yogyakarta di kelilingi oleh bukit-bukit, gunung dan pantai. Jika teman-teman berkunjung ke kota ini akan banyak sekali pantai-pantai yang sangat indah dan unik kemudian di siang hari dengan mata telanjang kita juga bisa melihat begitu megahnya merapi dari kejauhan, begitu pula dengan bukit-bukit yang terlihat sangat jelas. Dan hal menariknya lagi di kota ini juga jika kita menanyakan arah jalan pasti orang pribumi di kota ini akan mengatakan dengan bahasa jawa “ngalor, ngidul, ngulon, ngetan” haha... itulah uniknya di kota ini. Dimana dari arti “ngalor” itu sendiri adalah Utara, “ngidul” berarti Selatan, “ngulon” berarti Barat, “ngetan” berarti Timur. Kemudian hal menarik lainnya yang dapat kita temukan di kota ini yaitu, “Burjo” kalau dibaca kepanjangannya bubur kacang ijo tetapi lucunya adalah mereka tidak menjual bubur kacang ijo sama sekali melainkan makanan khas sunda seperti nasi telur dan berbagai macam sayurannya. Ada begitu banyak hal baru yang didapatkan pastinya apalagi dengan kota yang terkenal dengan makanan yang manis-manis, itu di karenakan jogja terdapat banyak pabrik gula sehingga kebutuhan pokok utama mereka memasak adalah dengan gula yang tentunya menciptakan cita rasa yang manis pada masakan di kota ini. ~Rio~ 08 Desember 2020

 


Postingan populer dari blog ini

MAKNA DARI SEBUAH PERJALANAN #7

AFEKTIF SINTAKTIS #3

Berjalan Bebas