Bulan Desember di Kota Jogja

    Gambar, Kampung Ketandan


Bulan Desember di Kota Jogja

 

"Hujan yang datang benar-benar mendamaikan hati dan perasaan, begitu juga cintaku. Namun, aku membenci saat hujan pergi. Apakah itu pertanda bahwa cintamu juga akan pamit". ( Rio 21 Desember 2020 )

Desember ku yang damai dan menyimpan banyak cerita indah bila lusa aku akan menjadikannya sebuah kenangan manis dan pahit. Dikota jogja yang penuh kedamaian serta, menyuguhkan keindahan disetiap sudutnya. Kerap banyak menyimpan cerita disetiap perjalanan ketika mengitari setiap sudutnya. Musim lanina di bulan desember ini menandakan bahwa semua kegiatan menjelajah seketika rehat sejenak dari segarnya rimba pegunungan. Alam yang kian membentang serta, gunung yang menjulang tinggi terus memanggil dan hati yang terus memberontak karena hujan yang tak kunjung berhenti membuat perjalanan ekspedisi menjadi rehat untuk beberapa saat. Ya, tapi tetap saja di bulan yang selalu dihujani oleh sebuah kenangan yang membuatku selalu mengintropeksi diri setiap menjelang sore hari. Duduk manis diteras depan kontrakan melihat setiap tetes air hujan yang jatuh dari langit sekaligus menanti matahari menutup cahayanya yang terang ketika akan berganti sore menjadi malam. Tak lupa juga kopi yang selalu menemani ketika hari sudah petang dan juga di temani ramainya hiruk pikuk mobil dan motor yang melintas di jalanan.

Hari-hari yang memang sama sekali tidak ada tujuan hanya mendekam di kontrakan karena hujan yang lantang sama sekali tidak memperbolehkan untuk mengagendakan ke alam rindang. Di bulan desember ini. Kemudian fikiranku terkontaminasi oleh sebuah imajinasi yang besar dan tidak membiarkan ku untuk hanya berdiam diri saja tanpa berkreasi dan berseni. Otak ku terkontaminasi oleh banyak buku yang setiap malam ku baca dan menjadikan sebuah ide untuk membuat sebuah kalimat makna yang berarti dan dapat dibaca oleh semua kawula baik yang muda maupun yang tua. Ternyata banyak hal baik yang ku dapatkan ketika musim tidak bersahabat dan menyuruhku untuk beristirahat sejenak agar sebuah perjalanan memang seharusnya di abadikan dalam sebuah tulisan. Tidak gampang memang dalam menuliskan sebuah perjalanan. Menyusun kata demi kata dan menjadikan sebuah kalimat yang padu sehingga dapat dibaca dengan bahasa yang mudah dipahami. Tetapi itu termasuk dalam sebuah seni menulis bagi saya. Mau itu bagus ataupun jelek sikap menghargai karya orang lain akan lebih terhormat dibandingkan tidak menghargainya. Setiap orang mempunyai pemikiran dan akal yang berbeda-beda tentunya, baik itu dari segi materi maupun non materi. Mulailah berfikir bahwa setiap seni itu mempunyai makna dan arti tersendiri jika dipahami, dimengerti, dengan baik dan benar.

Desember semoga saja kau memberikan ku banyak kenangan yang baik dan yang buruk akan ku tinggalkan jauh-jauh. Kemudian menjadikan pembelajaran agar tidak terulang di kemudian hari. Senang sekali, di bulan yang setiap hari diguyur oleh air yang jatuh dari langit dan bermaksud untuk merehatkan badanku dari rimbun dan segarnya pegunungan. Semoga kita bertemu lagi di bulan desember berikutnya. Perihal hujan, seolah-olah menghipnotis fikiranku di masalalu yang penuh dengan penyesalan dan banyak hal yang tidak bermakna sudah kulakukan. Yang selalu membebani langkahku untuk terus memperbaiki diri dari kesalahan yang dulu pernah terlakukan. Tetapi, aku selalu bersyukur kepada sang pencipta karena memberikan ku kesempurnaan secara finansial kemudian dari segi fisik maupun jiwa moral yang sampai sekarang selalu melakukan hal-hal positif tentunya. Ketika aku berdiri didepan cermin dan menyadari bahwa semua yang kumiliki sudah ada, baik itu mata, hidung, telinga, tangan, kaki, dan badan yang sempurna. Aku tidak pernah mengeluh dan menyesali kehidupanku. Selalu besyukur kepada sang pencipta yang telah menciptakan ku dari roh hingga saat ini dalam keadaan baik-baik saja. Pernah kah kamu berfikir dan merenung jika di kehidupan mu tidak memiliki kaki, tangan bahkan mata. Apa yang akan kamu rasakan sampai detik ini? tentu saja jawabannya “bersyukur” karena sang pencipta masih memberikanmu roh untuk tetap hidup sekalipun itu kita dalam keadaan cacat dan finansial. Bersyukur sudah menjadi kewajiban. Sedangkan mengeluh akan menjadikanmu seorang pecundang yang tidak bisa menerima kenyataan hidup yang keras. Serta menjadikan mu manusia lemah tak berguna yang mengharapkan belas kasihan dari orang lain.

Bulan desember 2020 tidak begitu banyak menyimpan hal menarik. Dikarenakan tidak ada petualangan  di dalamnya. Tetapi bukan sesuatu yang harus di sesalkan. Karena, banyak hal yang positif tentunya dapat dilakukan selama bulan desember ini walaupun cuaca setiap hari selalu di guyur oleh air hujan. Setiap malam aku selalu membuat kopi dengan keahlian dan pengalaman tentunya. Karena pernah bekerja di kopishop dan banyak mendapatkan resep sudah bukan hal yang sulit lagi bagi ku untuk membuat sebuah kopi menjadi cita rasa yang enak jika di minum setiap saat. Kemudian, jika waktu santai akan  menyempatkan menggambar dengan bakat seni yang sudah ada sejak aku sekolah menengah pertama. Namanya juga sebuah keahlian yang setiap orang pasti dapat melakukannya dengan bakat nya masing-masing.

Sebentar lagi tahun ini akan berakhir dan berganti ketahun berikutnya. Doaku, semoga lekas pulih bumi ku. Semua pengalaman yang baik akan berharga di kemudian hari. Pengalaman yang tidak baik tidak terulang lagi di tahun berikutnya dan seterusnya. Banyak belajar dari kesalahan dan berbenah diri untuk kearah yang lebih baik serta selalu bahagia dan bersyukur atas nikmat dan karunia yang sudah diberikan kepada tuhan. Selalu jaga kesehatan jasmani maupun rohani serta menjalankan visi dan misi dengan baik dan tersusun dengan rapi. (Rio, 21 Desember 2020)

 

 

Postingan populer dari blog ini

MAKNA DARI SEBUAH PERJALANAN #7

AFEKTIF SINTAKTIS #3

Berjalan Bebas