Postingan

MENGHAPUS JEJAK #6

  MENGHAPUS JEJAK     Hati yang kian membaik tersadarkan oleh perjalanan yang panjang. Halang rintang dan curamnya perjalanan membuatku semakin yakin. Setelah banyaknya rasa pahit yang berlalu pasti ada manis yang akan di tuai. Alam yang kian melekat ditumbuhi ruang sendu yang kini bukan lagi namamu. Rasa sesak setiap kali ingin melangkah bukanlah hal yang gundah. Beban yang menopang di pundakmu   akan membuatmu menjadi tangguh. Apalagi masalah hatimu yang sudah lama terjatuh?   Itu hanya perihal hati yang sedikit tersayat oleh harapan. Percaya saja dengan perjalanan yang membuatmu hebat. Kuat dalam menaklukan trek dan ketinggian. Kuat perihal hati yang sudah lama di hakimi. Tujuan akhir dari sebuah perjalanan tidak lain dan tidak bukan adalah merelakan. Pertemuan yang cukup panjang berubah menjadi rasa mengikhlaskan. Kerinduan yang ternantikan telah usang oleh harapan. Hati yang telah lama menunggu akhirnya sudah tak menggebu-gebu. Hingga senyum y...

PATAH TUMBUH #5

PATAH TUMBUH       Tersemat tanda bahagia kepadamu pemilik hati yang telah berlabuh di hatinya. Kau pasti sangat berbahagia hari ini hingga lusa. Bernyanyi hingga di iringi alunan senar cinta nya. Pipimu tertanda kemerahan menandakan kalian sedang mabuk kasmaran. Kau pegang erat-erat dekapan di setiap perjalanan. Dengan di saksikan air yang menggenang di alam liar. Suara gemuruh air yang terjun dari ketinggian menjadi saksi bisu cerita perjalanan mu. Saat kaki terhenti untuk menapaki sebuah Negeri. Hatiku pun perlahan menepi. Jejakmu tak lagi ku cari. Hingga rindumu pun sudah ku ganti. Menjadi perjalanan singkat yang mengharuskan ku untuk kuat. Lalu, melupakanmu lebih cepat hingga menemukan orang yang tepat. Alam terbentang sangat luas hingga udara terbang bebas. Beberapa rapuh telah tumbuh oleh kaki yang membuat hatiku sembuh. Sebagian patah telah tumbuh oleh beban yang tak kurasa. Separuh patah juga mengalah dengan air mata yang tak kunjung reda. Sehingg...

ELABORASI #4

  ELABORASI     Kau pernah bercerita perihal pertemuan saat pertama kalinya kalian bertemu dan pertemuan itu hingga kini masih melekat. Menjadi sepasang kekasih yang saling mengikat janji lalu, melahirkan seorang lelaki yang sampai saat ini masih saja tertatih. Kalian berdua adalah sepasang kekasih yang saat ini mempunyai sapaan ibu dan bapak. Titik awal pertemuan di sekolah dasar yang sama, begitupun tempat singgah yang jaraknya hanya puluhan meter saja. Sangat luar biasa. Aku pun membayangkan bagaimana ketika di era itu kalian pertama kali bertemu. Dengan gaya cutbray yang nge-hits pada zaman nya tidak ada wangi parfum yang tercium, bahkan bersolek pun tak sempat. Kau yang saat ini mempunyai sapaan pak, adalah sesosok lelaki yang ulet dan pekerja keras. Apakah dulu kau sesosok lelaki yang romantis? Atau sesosok pria humoris? Sehingga dapat memikat gadis pujaan hati yang kini mempunyai sapaan buk. Mempunyai hati penyabar, baik, dan lemah lembut. Sebuah jawa...

AFEKTIF SINTAKTIS #3

  AFEKTIF SINTAKTIS       Ku ucapkan banyak syukur kepada tuhan yang telah menciptakan hati. Ku ucapkan juga rasa kasih kepada mu yang pernah singgah. Pergi tanpa pamit, datang membuka lembaran baru dengan senyum palsu. Kau dulu seperti cahaya yang selalu ingin ku gapai. Tetapi, cahaya itu kian hari makin meredup hingga menghilang.   Di lahap oleh jarak dan waktu. Di kekang oleh rindu tanpa ada temu. Hingga akhirnya terpisah oleh garis bumi yang berbeda. Kita pernah punya kesempatan, tapi kau dan aku tidak pernah punya keberanian untuk mejadi kita. Saat aku sendiri, kau menghilang. Saat kau mempunyai seseorang, kau datang. Kini, kau dan aku hanya menjadi dua orang yang tidak pernah saling sapa. Seketika lenyap dalam kehampaan setiap canda dan tawa yang pernah kau hadirkan. Kabar darimu yang selalu ku nanti kini hanyalah rasa hampa yang sudah menjadi rasa biasa. Hal yang selalu ku rindukan sudah tak kurasa. Bahkan, ucapan selamat pagimu yang sel...

SENJA LAWU #2

  SENJA LAWU       Kau ibarat senja. Mempunyai keindahan yang bersifat sementara. Sedangkan aku seperti malam, tidak pernah menemukan terang di setiap kau menghilang.   Kau adalah harapan di setiap angan-angan. Sebuah memori lama yang tak dapat lagi terekam. Denyut nadiku seakan terhenti oleh harapan yang kini kian suram.   Hutan, rerumputan, gunung, adalah perjalanan yang menjadi saksi bisu. Mereka tau tujuan dan maksud kedatanganku. Serapuh apapun saat itu mereka berhasil menguatkan ku. Berjuta langkah yang sudah membuatku engah, tetap saja aku tidak ingin menyerah. Menemukan titik temu di ujung senja yang hilang.     Rindu yang tidak dapat terbendung, terpenjara oleh duka. Kegelisahan pada hakikatnya akan melahirkan pertanyaan baru. Hanya diri sendiri yang tahu. Namun, tak mampu mengerti, sebab tak seorang pun ku izinkan untuk tahu perasaan ini.     Nada nan indah dan merdu yang kau nyanyikan adalah tipu belaka. ...

DIALEKTIKA LARA #1

DIALEKTIKA LARA     Harapan bersemayam bersama angan. Menjadi bayang-bayang dalam setiap ruang dialektika lara. Sebongkah kisah tertulis dalam coretan diary kecil dan tasbih yang pernah kau berikan. Hingga kini masih tersimpan dengan rapi, bertuliskan kegiatanmu sehari-hari saat kau sedang rindu. Sesekali bercerita keluh kesah atas apa yang kau lakukan saat itu.   Pulang membawa rindu dan saat itu juga kita bertemu. Senyum tawamu mengingatkan ku betapa damai dan bersykurnya aku. Ya, bersykur telah memilikimu. Tapi, dulu. Sudah 1.825 hari berlalu begitu saja tanpa sapa.   Bayanganmu pun kini tak dapat lagi ku pegang erat-erat. karena hati yang kian hari makin sekarat. Aku tidak pantas mengatakan kalau ini adalah takdir tuhan. Tetapi, ini adalah sebuah kesalahan besar yang pernah terlakukan seumur hidup mu.   Sore masih memancarkan sinar senjanya. Hujan masih saja membawa luka kenangan pahit kala itu. Dan tak satupun rindu dibiarkan menemui le...